MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA
Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah akal dan budi atau yang lazim
disebut pikiran dan perasaan. Di satu sisi akal dan budi tersebut telah
memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih daripada
tuntutan hidup makhluk lain. Dari sifat tuntutan itu ada yang berupa tuntutan
jasmani dan ada tuntutan rohani. Di sisi lain akal dan budi memungkinkan
munculnya karya-karya manusia yang sampai kapan pun tidak pernah akan dapat
dihasilkan oleh makhluk lain. Cipta, karsa dan rasa pada manusia sebagai hasil
pikiran dan perasaannya terus melaju tanpa hentinya berusaha menciptakan benda-benda
baru untuk memenuhi hajat hidupnya. Dari proses inilah lahirnya kebudayaan.
Jadi kebudayaan pada hakiakatnya adalah segala sesuatu yang dihasilkan oleh
akal dan budi manusia.
Manusia sebagai Makhluk Berbudaya berarti manusia adalah
makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk – makhluk lain yang diciptakan di
muka bumi ini yaitu manusia memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk
menghasilkan ide dan gagasan yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya
waktu. Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan
dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral
harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung
jawab agar bermakna bagi kemanusiaan. Selain itu manusia juga harus
mendayagunakan akal budi untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua makhluk Tuhan
di muka bumi ini. Ada hakekatnya kebudayaan mempunyai dua segi, bagian yang
tidak dapat dilepaskan hubungannya satu sama lain yaitu segi kebendaan dan segi
kerohanian. Segi kebendaan yaitu meliputi segala benda buatan manusia sebagai
perwujudan dari akalnya, serta bisa diraba. Segi kerohanian terdiri atas alam
pikiran dan kumpulan perasaan yang tersusun teratur. Keduanya tidak bisa
diraba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar